Simpelsaja.com - Entah mengapa pertanyaan tentang perasaan benci itu menginggapi hati saya. Tentang perasaan yang setiap orang mungkin juga mempertanyakan hal itu, bolehkah kita membenci? Saya tahu, mungkin setiap agama yang ada di dunia ini mengajarkan bahwa antar manusia janganlah saling membenci, karena membenci hanya akan menimbulkan permusuhan. Tapi benarkah manusia memang benar-benar mampu melawan rasa benci? entah benci dengan apapun itu?
Saya sendiri belum pernah merasakan rasa benci itu seperti apa?
Yang saya tahu, saya tipe orang yang tidak ingin lagi berkomunikasi secara lebih dengan orang-orang yang membuat saya muak. Entahlah, watak saya memang begini.
Ketika ditanya, saya akan jawab. Ketika ditegur, saya akan balas menegur. Ya hanya sebatas itu obrolan saya dengan orang-orang yang membuat saya muak.
Dosakah saya?
entahlah..
Saya hanya ingin membatasi komunikasi dengan mereka yang melihat sikapnya saja sudah membuat hati saya merasa jengkel. Lebih baik, saya tak mengenal jauh orang-orang seperti itu.
Tak peduli mereka berkata apa, tapi saya enjoy seperti ini.
Bagi saya, hal yang paling menakutkan bagi hidup saya hanyalah ketika didiamkan oleh orang tua saya. Tak ditegur, tak disapa oleh mereka membuat perasaan saya mampu bercampur aduk.
Kembali lagi dengan pertanyaan saya, bolehkah kita membenci?
mungkin kalau saya tanya ke ibu saya, beliau akan jawab tidak boleh. Jangan pernah membenci siapapun itu, pasti beliau akan berkata seperti itu.
Saya memang tak ingin membenci siapapun, yang saya inginkan hanya membatasi mereka yang membuat saya muak masuk terlalu jauh ke dalam hidup saya. Maka, saya lebih baik menarik diri dari mereka. Hanya itu..
Bagaimana dengan Anda? Masihkah Anda berpura-pura baik dengan mereka? menjadi orang yang seakan-akan berhati suci dan putih.
Itu pilihan Anda.

+ komentar + 2 komentar
hati-hati aja mbak, dari benci jadi cinta kan bisa berabe urusannya..heheheee
maka dari itu pak, saya lebih baik menarik diri untuk tidak berkomunikasi secara lebih. :)
Posting Komentar