Bagiku dan mereka

Bolehkan manusia berada pada garis abu-abu
Hitam dan Putih
Simpelsaja.com - Terkadang saya berpikir, benarkah kehidupan manusia memang ditakdirkan hanya berada pada garis hitam atau putih saja? hitam artinya jahat dan putih artinya baik. Tak adakah garis abu-abu? dimana manusia bisa berada diantara garis hitam dengan putih. Mungkin jika ada garis abu-abu, saya termasuk salah satunya. Saya tak sepenuhnya baik sesempurna garis putih, dan saya juga terlalu takut untuk bersifat jahat sekeji garis hitam.

Saya masih sering melakukan dosa, bahkan saya tau dengan pasti bahwa yang saya lakukan adalah tak dibenarkan dalam agama saya. Contohnya, saya kurang mampu mengontrol emosi saya, saya masih sering mengejek orang lain bersama teman-teman saya, terlebih saya masih menjalin hubungan dengan lawan jenis yang bukan muhrim saya atau kata lainnya adalah pacaran. Bukankah hal-hal tersebut dilarang dalam agama? 
Entahlah, saya masih belum lepas dari hal-hal tersebut. Dan saya mengakui, saya sangat salut sengan orang-orang yang mampu berada pada garis putih seutuhnya. Hidup mereka begitu tenang, damai dan sepertinya bahagia. Hidup mereka benar-benar ditujukan untuk ibadah semata, tak pernah menggunjing, tak pernah marah, dan terutama tak pernah menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. Jangankan menjalin hubungan dengan lawan jenis, untuk sekedar menatap yang bukan muhrimnya saja mereka enggan. Hebat bukan orang-orang seperti itu? Walau sering dianggap, orang-orang tersebut dianggap aneh dan tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain bahkan mereka sering dikucilkan namun saya tetap salut. Mereka tetap bertahan dengan apa adanya mereka, prinsip kuatnya mengalahkan sifat dasar manusia. Acungan jempol untuk mereka. Bahkan terkadang saya ingin seperti mereka, betapa bahagianya jika hidup ini memang berada di garis putih yang seutuhnya. Maka salah satunya saya harus cepat-cepat mengakhiri hubungan terlarang saya dengan segera menikah. Doakan ya teman-teman. (Malah curcol)
Kalau disisi lain saya mengagumi orang-orang yang berada pada garis putih, saya juga merasa heran dengan mereka yang sebenarnya abu-abu seperti saya namun enggan mengakuinya. Mereka sering menyerukan bahwa menggunjing itu dosa, namun kenyataannya mereka sering nongkrong dengan teman-temannya. Mereka yang paling menggebu-nggebu menolak bahwa pacaran itu haram, namun dengan entengnya mereka masih bisa membonceng teman lawan jenisnya, bahkan mereka masih bisa saling berkirim pesan dengan lawan jenisnya, mereka yang mengatakan bahwa korupsi itu dosa dan merugikan namun mereka sendiri malah melakukan. Entahlah, mengapa mereka bisa berbuat begitu?
Bukan saya merasa suci, sungguh bukan. Tetapi setidaknya, saya tak menceramahi orang lain akan sebuah kebaikan namun saya sendiri melanggarnya. 
Ini hanya sekedar sebuah cerita, bukan untuk menyinggung pihak manapun. Percayalah, cerita ini hanya cerita tentang rasa heran dan kagum saya. Berharap bahwa saya segera merapat ke garis putih. Amin

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kucoba.com | Galeripos.com
Copyright © 2011. simpelsaja.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Galeripos.com
Proudly powered by Blogger