Soal Hati Nurani

Simpelsaja.com -
Pesta demokrasi rakyat indonesia jatuh pada tanggal 9 Juli 2014, dimana rakyat Indonesia menggunakan hak pilih nya untuk memilih siapa calon pemimpin yang pantas memimpin negeri tercinta ini. Pilihan ini bukan soal siapa yang baik dan siapa yang buruk, karena calon-calon pemimpin tersebut merupakan putra terbaik bangsa ini yang tak semua orang bisa berada pada posisi tersebut. Kita berbicara soal hati nurani di sini, maka tak ada gunanya saling menjelekkan dan mencaci atas pilihan tersebut.
Setiap orang pasti memiliki alasan mengapa ia memilih si A atau si B, tak perlu menjelekkan si Aagar si B menang, dan begitu pula sebaliknya. Hati nurani adalah suatu hal yang dikaruniakan kepada kita oleh Allah, agar digunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan kita merasa benar atas pilihan kita, dan jangan pula berkecil hati atas pilihan kita.
Mereka calon pemimpin negeri ini, biarkan mereka menunjukkan dirinya bahwa mereka pantas untuk dipilih. Biarkan mereka tunjukkan siapa diri mereka sebenarnya, watak dan tabiat tak pernah bisa bohong, kedual hal tersebut tak kan selamanya bisa ditutupi oleh topeng-topeng palsu. 
Percayalah, ini negara demokrasi dimana rakyatnya mencintai perdamaian, Siapapun pemenang pilpres kali ini, ia adalah pilihan rakyat, dia adalah jawaban atas hati nurani rakyat, dan dia lah seseorang yang dipercaya Tuhan untuk memimpin negeri ini. Maka sebaiknya kita terima hasil tersebut dengan bijak, kita terima dengan "legowo" dan bukan dengan saling menuding,atau menuduh.
Tuhan tak kan pernah salah memilih setiap takdir bagi hambaNya, maka jika kita terlalu asyik mencemooh, mencaci dan menghina atas kemenangan calon pemimpin yang menang itu tandanya kita tak bisa menerima keputusan Tuhan. Siapapun yang menang, Ia adalah pilihan Tuhan, maka hormatilah itu.
Sebagai rakyat yang baik, maka kita bantu ia untuk berjuang. Kita bekerja sama untuk kemajuan bangsa ini, bagaimanapun Ia bukan dewa atau malaikat, dia hanya manusia biasa yang kebetulan diberi amanah untuk memimpin negeri ini. Beri ia waktu dan kesempatan untuk membuktikan janjinya, tak mungkin kita menuntut ia untuk memenuhi janji-janjinya dalam sekejab waktu.
Dan...
bagi calon pemimpin yang kalah, terimalah,,bersikaplah ksatria jika memang kau ksatria
berjiwa besarlah dan tetaplah mengabdi kepada negeri ini dengan cara yang lain
tak perlu merasa malu, tak perlu merasa hina dan tak perlu menyalahkan siapapun
karena menang atau kalah adalah proses kehidupan
agar kita semakin mencintaiNya
agar kita tahu bahwa kehidupan kita telah diatur oleh Nya
Semoga pilpres tahun ini akan membawa perubahan besar bagi negeri ini untuk 5 tahun mendatang
Selamat berjuang bagi siapapun pemimpin baru negeri ini
sukses selalu untuk Anda
kita rakyatmu akan berjuang bersama-sama untuk bangsa tercinta ini.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kucoba.com | Galeripos.com
Copyright © 2011. simpelsaja.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Galeripos.com
Proudly powered by Blogger