Merasa Heran

Simpelsaja.com - Manusia memang memiliki wataknya masing-masing dan disadari atau tidak, manusia memang akan tersakiti dan disakiti karena wataknya sendiri. Dalam setiap hubungan apapun itu entah percintaan, pertemanan dan kolega kerja semua akan menimbulkan sebuah konflik. Ya, semakin bertambah umur manusia maka semakin sering mereka menghadapi konflik. Terutama konflik batin.

Lantas, mengapa dalam hubungan manusia selalu timbul konflik?
Karena pada dasarnya manusia mempunyai masing-masing pendapat yang dianggapnya benar. Si A ingin B begini, sedangkan B tidak ingin A begitu. Selalu seperti itu hubungan dua orang manusia, bahkan hubungan orang tua dengan anak pun sering terjadi konflik.
Manusia dengan segala keburukannya, tentu akan diiringi dengan segala kebaikannya. Kita dibekali akal olehNya, diberi hati nurani yang tak pernah bohong, dan segudang kebaikannya lagi. Sebuah konflik akan berakhir dengan damai,ketika salah satu dari mereka ada yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf, maka saling memaafkan adalah jalan terbaik untuk mengakhirinya. Namun, tidak semua orang mampu dan mau mengakui kesalahannya bukan? karena apa? karena dari kita masih banyak yang merasa gengsi untuk mengakui kesalahannya.
Kadang saya merasa heran, mereka yang mengaku berpendidikan tinggi dan berpikir dewasa merasa malu untuk mengakui kesalahannya, dan lebih suka mencari kambing hitam atas kesalahannya. Terlebih, ada diantara manusia yang suka mempermasalahkan hal-hal kecil untuk dipeributkan. Kadang saya merasa heran, apa hidup mereka memang bahagia jika mampu menimbulkan konflik?
Manusia memang memiliki hak masing-masing, namun hak-hak itu juga dibatasi oleh hak orang lain. Bukan berarti ketika kita menjalin suatu hubungan dengan orang lain, kita berhak mengatur kehidupan dia. Pertemanan, percintaan dan apapun itulah hanyalah penghubung sebuah perasaan satu manusia ke manusia lainnya. Teman kita dan pasangan kita memiliki kehidupannya sendiri untuk dijalaninya, punya mimpi yang ingin dicapainya dan apa hak kita untuk melarangnya?
Terlalu piciknya kita, jika melakukan itu semua.
Maka, percayalah ketika hidup kita terlalu banyak konflik dengan orang lain itu akan menyiksa diri kita sendiri. Ini bukan soal siapa yang benar dan siapa yang salah. Ini hanya soal bagaimana penerimaan diri kita kepada orang lain, kalau kita ingin dihargai maka hargailah orang lain. Jika kita tak ingin dicubit, maka jangan mencubit orang lain. Jika kita tak ingin dibenci, maka jangan membenci orang lain. Hanya itu,,simpel saja.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kucoba.com | Galeripos.com
Copyright © 2011. simpelsaja.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Galeripos.com
Proudly powered by Blogger